Kebaktian Kreatif

Usia remaja adalah masa dimana seseorang berada dalam tahap pencarian identitas. Keingintahuan dalam berbagai hal sedang mencapai puncak-puncaknya. Demikian juga dalam hal melaksanakan kebaktian atau ibadah. Mereka membutuhkan kepuasan hati dan mereka dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam hatinya.

Berawal dari hal tersebut maka siswa-siswi di SMPK 6 Penabur mengadakan acara “Kebaktian Kreatif” pada hari Selasa, 13 Maret 2018 bertempat di Aula Sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7 dan dimulai pukul 10.20 WIB. Para siswa terlebih dahulu melaksanakan kegiatan belajar sampai dengan pukul 09.15 WIB, dilanjutkan persiapan acara sekitar 30 menit.

Acara ini dipandu oleh beberapa orang dari GKI Muara Karang dan dipimpin oleh Pendeta Novita. Terlihat bahwa tim sudah mempersiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam acara tersebut. Terlihat anggota tim yang terdiri dari ibu-ibu tampak sedang membuat peralatan untuk persiapan game atau permainan.

Sesuai dengan tema acara yaitu “Kebaktian Kreatif” maka tentunya kita harus mengenal istilah kata “kreatif” itu sendiri. Kreatif, dapat diartikan sebagai memenuhi daya cipta atau kemampuan menciptakan sesuatu. Kalau dihubungkan dengan ibadah remaja, maka pelayanan kaum remaja harus memiliki ide-ide yang baru, yang memiliki kualitas untuk diaplikasikan dalam ibadah remaja. Remaja itu pada umumnya senang dengan hal yang baru dan pola pikir seperti inilah yang perlu diwadahi dalam ibadah. Ide kreatif dapat di aplikasikan dalam puji-pujian, cara penyampaian Firman, dan lain-lain.

Selain kreatif, maka yang cukup penting juga adalah komunikatif. Komunikatif, dapat diartikan sebagai keadaan yang saling berhubungan, mudah dipahami dan dimengerti. Hubungannya dengan liturgi ibadah remaja adalah cara penyampaian kebenaran kepada remaja harus dengan cara dan bahasa yang dapat dipahami oleh remaja. Ide-ide kreatif itu perlu diisampaikan dengan cara yang menarik serta sesuai dengan pola pikir seorang remaja. Ibadah remaja tidak sama dengan ibadah dewasa, demikian juga liturginya harus disesuaikan dengan tingkat umurnya. Banyak kaum remaja yang enggan ikut ibadah remaja karena melihat ibadah yang monoton dan tidak komunikatif sehingga tidak masuk akal bagi mereka.

Tak kalah penting juga adalah Efektif. Efektif, dapat diartikan sebagai ” membawa efek, dampak, dan hasil”. Biasanya menghasilkan hal yang positif. Aplikasi pada ibadah remaja adalah liturgi yang disusun secara kreatif dan disampaikan secara komunikatif harus membawa dampak posifit dalam kehidupan remaja. Liturgi yang diatur sedemikian rupa bukanlah tujuan utama. Namun ibadah itu berdampak kepada kerohanian remaja. Dampak positif yang diharapkan adalah pertama para remaja merasakan ibadah itu adalah kebutuhan mereka, kedua iman mereka bertumbuh di dalam Kristus.

 

Sumber berita : http://www.pustakakristen.com/2017/02/ibadah-kaum-muda-remaja-yang-kreatif.html

 

Ditulis oleh : Mahlan (Guru Bimtik P6)