Semangat Imlek yang Berkibar

Imlek, siapa sih yang tidak pernah mendengar kata tersebut. Kita semua pasti  mengenal tradisi yang selalu diramaikan dengan kesenian barongsai, dominasi warna merah dan emas, hingga makanan makanan khusus yang selalu disiapkan diruang tamu keluarga bercorak suku Tionghua. Nah, di tanah kelahiran kita, Indonesia, perayaan Imlek ini diperingati oleh hari libur nasional. Namun, sebenarnya dijaman dahulu kala, Indonesia tidak memperbolehkan masyarakatnya untuk merayakan imlek loh.

Kejadian ini diawali dengan adanya Orde Baru, tepatnya setelah peristiwa G 30 S PKI. Orde Baru khawatir bahwa suku Tionghua akan ikut mengikuti paham komunis di Indonesia pada jaman itu. Selama 33 tahun, para warga Tionghua menunggu pemerintah Indonesia agar memperbolehkan mereka untuk merayakan imlek (didepan umum). Akhirnya, pada masa pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, atau yang biasa dikenal dengan Gusdur, menghilangkan peraturan yang melarang pementasan kebudayaan Tionghua di Indonesia. Sejak saat itu juga, kemeriahan budaya Tionghua selalu meramaikan Indonesia setiap tahunnya.

Sumber : http://bisniswisata.co.id

Perayaan Imlek selalu dikenal dengan banyaknya lampion lampion merah nan cantik disepanjang jalan, penjual ampau, hiasan dan kembang api, hingga banyaknya jenis kue kering yang terjual ditoko toko. Nah, kalau pada hari raya Lebaran, masyarakat pasti menyediakan ketupat, buaya Tionghua ini menyediakan kue keranjang, manisan buah hingga berbagai macam buah buahan, salah satunya yang paling terkenal, jeruk mandarin. Para warga Tionghua juga mempercayai tradisi dan mitos yang diturunkan oleh nenek moyangnya. Mereka membersihkan rumah dan memotong rambuat dengan kepercayaan yaitu membuang sial. Mereka juga diwajibkan untuk mebeli  barang barang baru, salah satunya adalah baju.

Sumber : http://www.tribunnews.com

Tunggu, bukan hanya itu saja, Imlek selalu menjadi perayaan yang selalu ditunggu tunggu oleh pelajar pelajar yang belum menikah. Pada perayaan tersebut, mereka mendapatkan ampau. Ampau sendiri memiliki makna bingkisandalam amplop merah yang biasa berisi uang sebagai hadiah menyambut Imlek. Makanya, siapa sih yang tidak suka mendapatkan ampau?. Ampau ini hanya boleh diberikan oleh warga warga yang sudah menikah.  Di tahun ini, Indonesia merayakan Imlek pada tanggal 16 Februari 2018, hal ini menjelaskan mengapa warna merah dan emas sudah bertebaran dimana mana. Tahun ini dikenal dengan tahun bagi warga yang bershio Anjing, yang membuat patung berbentuk anjing dan lampion lampion terang yang menghiasi ibukota. Kira kira kalian dapat ampau gak ya ? Selamat merayakan Imlek! Gong Xi Fa Chai !

 

Ditulis oleh : Gabriella Janice Wibinata (8D) – Ekstrakurikuler Jurnalistik