Imunisasi Campak dan Rubella Bagi Peserta Didik SMPK 6 PENABUR

Dalam rangka menindaklanjuti surat dari Kementrian Kesehatan RI No. TU.02.01/ Menkes/ 692/ 2016 tentang dukungan dalam rangka kampanye dan introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) 2017, SMPK 6 PENABUR melakukan imunisasi campak dan rubella. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu, 23 Agustus 2017.

Lebih dari 90% dari jumlah peserta didik SMPK 6 PENABUR mengikuti imunisasi campak dan rubella. Imunisasi dilakukan di ruang UKS SMPK 6 PENABUR. Imunisasi dilakukan oleh delapan petugas kesehatan dari pemerintah daerah (kecamatan Pluit dan Penjaringan), dan dibantu oleh beberapa perawat dari RS St. Carolus. Kegiatan berlangsung dengan didampingi oleh guru-guru Pembina UKS dan Kepala Sekolah SMPK 6 PENABUR,Ibu Triana Nilasari, S.Pd. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan imunisasi berjalan dengan baik dan lancar.

Virus campak dan rubella adalah virus yang menular dan berbahaya. Virus rubella atau german measle (campak jerman), yang mempunyai gejala munculnya bercak-bercak merah di sekujur tubuh, pembengkakan di bagian leher dan telinga (kelenjar getah bening), demam, nyeri di persendian, badan terasa lemas, dan nafsu makan berkurang, sangat berbahaya ketika virus itu menyerang ibu hamil, karena bisa menyebabkan bayi dalam kandungan cacat.

Karena berbahayanya virus tersebut, pemerintah bertekad untuk memberantas campak dan rubella. Pemerintah membuat program imunisasi campak dan rubella 2017 serentak di Pulau Jawa dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai remaja usia di bawah 15 tahun. Program ini dilakukan pada bulan Agustus dan September 2017.

Murid-murid SMPK 6 PENABUR dan orang tua menanggapi dengan baik anjuran pemerintah, hal tersebut terlihat dari antusiasme dan banyaknya peseta didik yang ikut imunisasi.

Kegiatan ini juga melatih keberanian dan ketaatan, yang merupakan nilai-nilai dari PKBN2K. Hal ini karena dengan mengikuti imunisasi, para peserta didik diajak untuk berani, tidak takut jarum suntik, dan untuk taat dengan peraturan. Para peserta didik juga harus bertanggung  jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Dengan sehat, berarti peserta didik bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dan orang lain (karena virus campak dan rubella menular).

Ada beberapa peserta didik yang tidak ikut kegiatan ini, hal ini dikarenakan kurangnya informasi, jadi masih ada persepsi yang salah tentang imunisasi ini dalam diri anak dan orang tua, dan juga beberapa peserta didik sudah pernah imuniasi campak dan rubella atau sudah pernah sakit campak dan rubella, jadi tidak mengikut imunisasi.

 

 

(Ditulis oleh : Andreas Aris Ardianto, S.Pd)