Sejarah Bahasa Sunda

Sejarah Bahasa Sunda

 

Bahasa Sunda adalah bahasa yang memiliki sejarah yang sangat menarik. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir, tetapi  terdapat bukti dari sebuah prasasti kuno dari abad ke-14. Prasati ini ditemukan di Kawali Ciamis, menggunakan Bahasa Sunda (kuno). Selain itu, dapat dipastikan bahwa warga masyarakat Sunda sudah menggunakan bahasa ini secara lisan sebelum abad ke-10 walaupun belum diketahui wujudnya.

 

Bukti pengunaan bahasa ini banyak dijumpai dalam bentuk naskah yang ditulis di daun pada abad ke-15 sampai 18. Beberapa contoh tulisan tersebut adalah Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang berbentuk prosa dan Sewaka Darma yang berbentuk puisi. Jika diperhatikan tulisan-tulisan ini banyak dipengaruhi dengan struktur Sansekerta dari India.

 

Setelah itu masyarakat Sunda mengenal dan menganut agama Islam. Mereka mulai menegakkan kekuasaan kerajaan Islam di Cirebon dan Banten di ahkir abad ke-16. Pada masa itu kata-kata Islam seperti salat, magrib, abdi, dan saum mulai mempengaruhi masyarakat Sunda dan Bahasa Sunda itu sendiri. Pengaruh bahasa Jawa sebagai bahasa tetangga juga sudah berpengaruh di masa kerajaan Sunda. Pengaruh ini mulai terlihat sejak akhir abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-19. Pada masa itu fungsi Bahasa Sunda di kaum elit terdesak oleh Bahasa Jawa, Karena Bahasa Jawa telah dijadikan bahasa resmi di dalam lingkungan pemerintah. Walaupun begitu Bahasa Sunda tetap digunakan sebagai bahasa lisan dan bahasa percakapan sehari-hari. Bahkan di kalangan pedesaan, fungsi Bahasa Sunda tetap sama, terutama dalam membuat sebuah karya sastra.

 

Selain itu, perkembangan tingkatan bahasa atau Undak Usuk Basa dan kosa kata Jawa masuk juga kedalam Bahasa Sunda mengikuti pola Bahasa Jawa yaitu Unggah Ungguh Basa. Dengan tingkatan ini terciptalah stratifikasi sosial secara nyata.

 

Kemudian pada saat pemerintahan Amangkurat I kekuasaan sedikit demi sedikit diambil oleh Belanda. Bahasa Sunda masih tetap dapat digunakan berkat Gubernur Jenderal Raffles. Ia meneliti bahasa ini dan ditulis dalam sebuah buku yaitu buku The History of Java. Di dalam bukunya tertulis bahwa Bahasa Sunda merupakan sebuah varian dari Bahasa Jawa, bahkan beberapa orang menganggap Bahasa Sunda sebagai  bahasa jawa gunung di bagian barat.

 

Setelah masa itu, warga Belanda berstatus swasta, pemerintah, dan penginjil menemukan Bahasa Sunda sebagai suatu etnis sendiri. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk mempermudah komunikasi antara Bangsa Belanda dan Pribumi.

Walaupun  bahasa ini mengalami banyak perubahan, sekarang bahasa ini sudah dikenal secara global di dunia.

 

Yovela, Tim Jurnalistik SMPK 6 PENABUR.

Ditulis dengan berbagai sumber.