Perpustakaan SMPK 6 PENABUR

Perpustakaan di Tengah Masifnya Perkembangan Digital

(Profile SMPK 6 PENABUR)

 

Perpustakaan adalah sumber pengetahuan. Kalimat tersebut berlaku beberapa tahun yang lalu, saat internet dan teknologi belum maju seperti saat ini. Saat itu, buku cetak (printed book) merupakan sumber informasi yang utama. Kondisi jauh berbeda sekarang, dengan gadget seperti tablet dan smartphone, pelajar tidak lagi hanya mengandalkan buku cetak dalam memperoleh pengetahuan. Sebaliknya, para pelajar lebih banyak menghabiskan waktu untuk memperoleh pengetahuan lewat smartphone, tablet, atau Personal Computer (PC) mereka. Kalaupun membaca buku, mereka akan membaca e-book lewat gadget atau komputer mereka.

 

Dengan kondisi seperti itu, apakah Perpustakaan dengan koleksi buku-buku cetak masih diminati dewasa ini?

 

Peserta Didik ke Perpustakaan

Perpustakaan SMPK 6 PENABUR menyediakan buku-buku dan 6 komputer yang bisa digunakan untuk siswa dan 2 komputer untuk petugas pustakawan. Perpustakaan juga menyediakan surat kabar, majalah, CD, kumpulan soal-soal UTS dan UAS. Ruangannya yang cukup besar (lebih besar dari ruang kelas) terletak di tempat yang strategis, di antara perpustakaan SMAK 6 PENABUR dan laboratorium Fisika. Posisi ini memungkinkan perpustakaan tidak terlalu berisik dengan para peserta didik yang lalu-lalang di depan perpustakaan, misalnya saat pergantian pelajaran atau saat istirahat.

 

Saat jam istirahat, baik istirahat pertama maupun kedua, para peserta didik datang ke perpustakaan. Jumlah peserta didik yang datang ke perpustakaan saat istirahat kedua lebih banyak daripada saat istirahat pertama. Hal tersebut mungkin dikarenakan waktu istirahat kedua yang lebih lama, yaitu 30 menit. Sesudah pulang sekolah—ketika mereka menunggu ekstrakurikuler—mereka menunggu jemputan, peserta didik ada yang menghabiskan waktu di perpustakaan. Beberapa guru juga membawa peserta didik ke perpustakaan selama pelajaran; misal untuk mengerjakan tugas, membaca buku, mencari referensi, atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pelajaran.

 

Jason Nicholas, siswa kelas 8A SMPK 6 PENABUR, mengatakan bahwa perpustakaan penting, karena  memberi wawasan dan tempat pinjam buku. Dia dan teman-temannya sering ke perpusatkan untuk membaca buku dan majalah. Sejalan dengan itu, Agnes Kristanti, siswi kelas 8B, dan Glorianne, siswi kelas 8A, juga sering menghabiskan waktu di perpustakaan. Mereka ke tempat tersebut untuk meminjam buku atau menggunakan komputer.

 

Perpustakaan sekolah ini mempunyai dua pustakawan, Pak Yohanes Donny dan Pak Yudha, yang akan siap membantu peserta didik dalam menemukan buku, meminjam buku, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perpustakaan.

 

Pak Donny mengatakan sehari bisa lebih dari 50 peserta didik, bahkan bisa 100 peserta didik ke perpustakaan (saat istirahat 1, ke 2, pulang sekolah, atau saat pelajaran). “Biasanya mereka meminjam atau membaca buku,” kata Pak Donny, “buku-buku yang mereka baca sebagian besar novel dan komik sains.”

 

Pak Yudha menambahkan bahwa peserta didik juga ke perpustakaan untuk akses informasi via internet dan menggunakan komputer.

 

Peran Serta Guru

Beberapa guru juga berperan serta dalam mendorong peserta didik ke perpustakaan. Mereka memberi tugas ke peserta didik untuk meminjam, membaca, atau membuat rangkuman dari buku-buku di perpustakaan. Devi Rachelia, guru Biologi SMPK 6 PENABUR, mengatakan bahwa dia menyuruh peserta didiknya untuk mencari materi tentang subyek yang diajarkan di buku-buku dan surat kabar di perpustakaan. David Setiawan, guru Bahasa Inggris, juga setuju dengan ide tersebut. “Guru seharusnya memberi tugas ke peserta didik yang memungkinkan mereka membaca buku di perpustakaan.”

 

Guru ke Perpustakaan

Selain para peserta didik, para guru juga ke perpustakaan. Pak Doni mengatakan bahwa beberapa guru ke perpustakaan untuk membaca koran, meminjam majalah, atau menggunakan komputer untuk membuat soal dan mengerjakan administrasi.

 

Salah satu guru di SMPK 6 PENABUR, Kornelia Hedika, mengatakan bahwa dia ke perpustakaan untuk membaca buku dan mengerjakan tugas administrasi. “Saya suka membaca di sana, terutama fiksi. Membaca menambah pengetahuan,” kata guru Matematika tersebut.

 

Saran dan Kritik

Walaupun jumlah peserta didik yang datang ke perpustakaan lumayan banyak—mereka mengatakan perpustakaan nyaman dan buku bervariasi—beberapa dari mereka menyampaikan beberapa hal yang akan membuat perpustakaan lebih nyaman. Priscilla, siswi kelas 8A, memberi saran supaya koleksi buku lebih bervariasi, terutama buku-buku dalam Bahasa Inggris. Agnes, siswi kelas 8A, menambahkan, “buku-buku nya di perbanyak dan lebih up date lagi.”

 

Kalau saat ramai, tempat duduk tidak cukup, dan keadaan yang ramai membuat suasana tidak kondusif,” kata Stephanie, siswi kelas 8A. Ada sekitar 40 kursi di perpustakaan. Memang yang sering disayangkan, banyak peserta didik yang bercanda, bahkan kejar-kejaran, dan mengobrol dengan suara keras di perpustakaan. Beberapa dari mereka mungkin berdiskusi tentang isi sebuah buku atau majalah. Hal tersebut merupakan hal bagus, tetapi karena mereka membicarakan dengan suara keras, maka mereka menganggu peserta didik lain yang sedang membaca.

 

Kesimpulan:

Di jaman modern ini, perpustakan SMPK 6 PENABUR menarik minat peserta didik. Banyak dari peserta didik SMPK 6 PENABUR yang mengunjungi perpustakaan tiap harinya. Walaupun begitu, ada hal-hal yang harus ditingkatkan seperti koleksi buku (baik koleksi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) yang lebih bervariasi dan lebih up date. Selain itu, para peserta didik yang mengunjungi perpustakaan juga harus lebih mengontrol diri untuk tidak mengobrol dan bercanda, supaya susanana kondusif. Mereka harus menyadari bahwa jika mereka berisik, mereka akan mengganggu peserta didik lain yang membaca di perpustakaan.

Andreas Aris Ardianto dan Tim Jurnalistik SMPK 6 PENABUR