Pengalaman Mengikuti OSN Matematika 2016

Pengalamanku Mengikuti OSN Matematika

 

Namaku Karen Natalie dan aku baru saja mengikuti Olimpiade Siswa Nasional tingkat SMP tahun 2016 dalam bidang Matematika. Sejak SD aku memang sering berpartisipasi dalam berbagai lomba matematika termasuk OSN untuk tingkat SD. Namun, pada saat itu aku hanya mencapai tingkat provinsi. Ketika SMP, aku tertarik untuk ikut dalam OSN lagi. Aku kemudian mengikuti pelatihan untuk calon peserta OSN dari PENABUR untuk tingkat SMP di SMPK 2 PENABUR setiap Sabtu pagi dari bulan September sampai Februari.

 

OSK

Pada tanggal 5 Maret 2016, aku dan kedua temanku, yaitu Angela Elviani, yang mewakili sekolah kami dalam bidang IPS, dan Joycelyn Harmoko, yang mewakili sekolah kami dalam bidang IPA, melaksanakan seleksi OSN tingkat kabupaten/kota atau disebut juga OSK. Di Jakarta, ada lima kabupaten, tetapi setiap kabupaten dibagi lagi menjadi dua dan dari setiap bagian diambil 10 terbaik. Untuk matematika, kami diberikan 15 soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat. Pada tanggal 11 Maret 2016, hasil lomba pun diumumkan. Aku lolos sebagai peringkat kedua Tingkat Jakarta Utara I dan Joycelyn lolos sebagai peringkat kedelapan.

 

Pembinaan DKI

Tidak seperti kebanyakan provinsi lainnya, DKI Jakarta mengharuskan para peserta yang lolos OSK untuk mengikuti 2 kali lagi seleksi (dari 100 besar ke 36 besar lalu ke 16 besar). Pembinaan tahap I diadakan di SMPN 216 untuk matematika. Pembinaan tahap I diadakan dari tanggal 16 sampai 17 Maret 2016. Kemudian, seleksi tahap I diadakan pada tanggal 18 Maret 2016. Aku pun lolos ke 36 besar. Pembinaan tahap II diadakan di SMPN 115 pada tanggal 28 sampai 30 Maret 2016. Seleksi tahap II diadakan pada 31 Maret 2016. Keenam belas orang yang lolos ke tahap III akan mengikuti OSP atau OSN Tingkat Provinsi. Pelatihan tahap III diadakan pada tanggal 4 sampai 7 April 2016 untuk bidang matematika.

 

OSP

OSP diadakan pada tanggal 9 April 2016 di SMPN 115 untuk ketiga mata pelajaran. Untuk matematika, diberikan 10 soal isian singkat dan 3 uraian. Aku merasa takut ketika menunggu pengumuman, karena aku melakukan banyak kesalahan saat mengerjakan soal. Tanggal 21 April 2016 pun tiba. Sekitar pukul 06.00 pagi, hasil lomba pun diumumkan dan aku lolos sebagai salah satu wakil DKI Jakarta untuk berlomba pada tingkat nasional bersama ke-12 temanku yang lain di bidang matematika. Aku sangat senang walaupun aku hanya sebagai ‘perwakilan’ dan bukan ‘passing grade’ (passing grade adalah para peserta OSP yang mencapai atau melebihi batas nilai minimum untuk lolos, sedangkan perwakilan adalah 2 peserta yang tidak lolos passing grade tetapi terbaik di antara sisa peserta dari provinsi tersebut). Aku merupakan satu-satunya perempuan di tim OSN matematika DKI Jakarta.

 

Pembinaan Intensif

Pada tanggal 28 April sampai 4 Mei 2016, diadakan karantina di SMKN 57 Jakarta sebagai bentuk pembinaan intensif untuk para peserta yang lolos ke tingkat nasional dari DKI Jakarta. Pada saat itu, aku belum mengenal siapa-siapa selain ke-12 orang temanku dari bidang matematika. Aku kebingungan saat memilih kamar, karena tidak ada peserta perempuan lain yang aku kenal. Akhirnya, aku memilih kamar dengan kedua peserta dari tim IPA. Aku pun berteman baik dengan mereka. Setiap hari, aku bangun dan olahraga bersama mereka. Kemudian, kami sarapan dan menuju kelas masing-masing. Lalu, ada lunch, waktu istirahat selama 2-3 jam, dan dinner. Pada saat itu, aku lebih dekat dengan tim IPA, karena kedua perempuan di tim IPA adalah teman sekamarku. Di kelas matematika, aku seringkali merasa rendah diri dan merasa tidak mampu mengikuti pelajaran. Namun, para pembinaku memberi semangat sehingga aku mau berusaha lebih keras. Aku sangat menikmati karantina ini, karena aku diberi kesempatan untuk belajar dan bertemu dengan teman-teman baru yang menyenangkan. Pada tanggal 5 — 14 Mei 2016 kami diberi kesempatan mempersiapkan diri di rumah.

 

OSN

Tiba saatnya tim DKI Jakarta yang beranggotakan 34 orang berangkat ke Palembang, Sumatera Selatan,  pada tanggal 15 Mei 2016. Kami berangkat dari bandara Halim Perdana Kusuma menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Sesampainya di Palembang, kami menuju hotel Arya Duta untuk mengurus registrasi. Bidang IPS dan sebagian matematika menginap di hotel Arya Duta dan sebagian lain matematika dan IPA menginap di hotel Batiqa. Pada hari kedua, kami menghadiri acara pembukaan di Palembang Sports & Convention Center dan belajar sendiri di hotel masing-masing.

Pada hari ketiga dan keempat, kami berlomba di sekolah Indo Global Mandiri. Untuk matematika, kami mengerjakan 10 soal uraian. Lima soal untuk hari pertama dan lima soal untuk hari kedua. Pada hari pertama aku hanya yakin dapat menjawab 2 nomor. Walaupun begitu, aku merasa sedikit lega dan berharap aku dapat melakukan lebih baik di hari kedua. Namun, usai mengerjakan soal pada hari kedua, aku merasa putus asa dan tidak berharap mendapatkan medali, karena aku merasa bahwa nilaiku pada hari kedua akan lebih rendah dari hari pertama. Aku banyak berdoa agar diberi kekuatan jika kalah.

Hari kelima, kami menghadiri pentas budaya. Seluruh peserta memakai pakaian adat dari daerah masing-masing. Kami dari DKI Jakarta memakai kebaya untuk perempuan dan baju koko untuk laki-laki. Setiap daerah juga diharapkan menampilkan sesuatu yang memiliki kekhasan daerah masing-masing. Tim DKI menampilkan lagu Kicir-Kicir diselingi oleh pantun yang dibuat oleh beberapa teman kami. Setelah menonton penampilan yang lain, kami berangkat ke Stadion Jakabaring dan Jembatan Ampera untuk city tour. Stadion Jakabaring cukup indah. Kita dapat menyewa sepeda untuk 2-3 orang, duduk dan berpiknik, atau sekadar berjalan berkeliling stadion.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu 20 Mei 2016, pengumuman pemenang OSN di PSCC dan penutupan OSN 2016. Tahun ini, OSN mengalami beberapa perubahan. Olimpiade Sains Nasional menjadi Olimpiade Siswa Nasional dan perubahan logo menjadi sebuah ‘rubik’s cube’. Setelah pembukaan, pengumuman pun dibacakan mulai dari medali perunggu bidang matematika tingkat SMP. Aku sangat gugup pada saat itu. Namun, beberapa saat kemudian, namaku dipanggil dan aku segera beranjak ke panggung. Aku tidak menyangka dapat berdiri di panggung itu dan menerima medali. Aku sangat bersyukur karena diberi kesempatan mendapatkan medali. Teman-temanku juga banyak yang mendapatkan medali. Secara keseluruhan, tim OSN SMP DKI Jakarta 2016 mendapatkan 2 emas, 10 perak, dan 7 perunggu. Untuk bidang matematika, kami meraih 8 medali.

Hari terakhir, kami berangkat menuju Jakarta. Sesampainya di Jakarta, para peserta dari penabur dikalungkan bunga dan berfoto bersama dengan spanduk. Setelah itu, kami pun berpisah satu sama lain.

 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, aku sangat bersyukur dapat memenangkan medali perunggu. Saya juga senang dapat berpartisipasi dalam OSN 2016. Banyak momen-momen spesial yang tidak dapat tergantikan terutama saat karantina dan di Palembang. Karena OSN, aku dapat bertemu kembali dengan teman-teman lamaku. Menurutku, tim DKI 2016 cukup kompak dan semua teman-teman baru yang kudapatkan menyenangkan. Kami semua akan merindukan OSN.

Aku berterima kasih kepada para pembina, SMPK 6 PENABUR, orangtuaku, dan teman-temanku yang telah mendukungku. Dukungan kalian sangat membantuku dalam menjalani OSN 2016.

Karen Natalie

Peraih Medali Perunggu OSN 2016 Bidang Matematika

Siswi SMPK 6 PENABUR

PentasBudaya(Penabur)

ArrivalInPalembang(TimDKI)

FotoWithMedali

KepulanganTimDKI

PelepasanPenabur

PembinaanIntensif(Mat)(1)

PengalunganMedaliPerunggu(Mat)