Bakti Sosial SMPK 6 PENABUR

Bakti sosial adalah sebuah kegiatan yang umumnya dilakukan oleh masyarakat kaum berada untuk membantu atau meringankan beban orang – orang yang belum beruntung. Namun, kegiatan bakti sosial ini bukan hanya dilakukan oleh orang – orang yang mempunyai uang saja tetapi juga banyak dilaksanakan oleh orang – orang yang mempunyai niat utama yaitu membantu sesama. Sama halnya seperti sekolah kami, yaitu SMPK 6 PENABUR. Bakti sosial merupakan agenda rutin SMPK 6 PENABUR setiap tahunnya namun dilaksanakan di tempat – tempat yang berbeda.

Tahun ini, SMPK 6 PENABUR memilih Yayasan Pondok Domba untuk kunjungan bakti sosial. Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru, pengurus OSIS dan perwakilan peserta didik dari Kelas 7 dan 8 untuk Tahun Ajaran 2015 – 2016. Kami memilih Yayasan Pondok Domba sebagai wujud nyata untuk melanjutkan program kerja OSIS tahun sebelumnya.

Jumat, 22 April 2016, sekitar pukul 08.15, kami berangkat menuju tempat tujuan bakti sosial. Tempat atau lokasi Sekolah Yayasan Pondok Domba berada di daerah Pluit (tepatnya di belakang Cometa Sport). Yayasan Pondok Domba adalah sekolah gratis milik swasta yang dibentuk untuk mengajarkan anak – anak yang tidak mempunyai uang untuk bersekolah. Walaupun sering digusur dan pindah tempat berkali – kali, para murid masih terlihat ceria dan sangat bersemangat dalam belajar. Saat kami tiba di sana, kami melihat antusiasme yang sangat luar biasa dari mereka. Memang pada mulanya mereka terlihat masih malu – malu tetapi setelah kami mencoba untuk berbaur dengan mereka, mereka pun akhirnya mengeluarkan diri mereka yang sebenarnya. Penuh ceria dan kebahagiaan adalah diri mereka yang sebenarnya. Mereka mendapat banyak sekali pelajaran penting mengenai hidup yang kami berikan kepada mereka.

Di lain sisi bukan hanya murid – murid di sana yang mendapat pelajaran penting, kami, peserta didik SMPK 6 PENABUR, juga mendapat pelajaran yang sangat penting. Pada saat kami mengadakan sesi tanya jawab kepada peserta didik di sana, banyak dari mereka yang mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dari kami dengan tepat. Ketika mereka menjawabnya dengan tepat, mereka akan merasa bangga tetapi ketika jawaban mereka kurang tepat mereka akan merasa malu dan kepercayaan dirinya langsung turun. Di sana kami berteman dengan salah satu peserta didik laki – laki yang bernama Rafli. Rafli tidak dapat berbicara bahkan sepatah kata pun tak dapat dikeluarkan olehnya, menulis pun masih sangat sulit untuknya. Ia juga sering kali ditertawai oleh teman – temannya apabila ia menulis suatu kalimat dengan huruf yang masih salah. Ia tidak mengambil pusing tentang hal itu, ia tetap mencoba, ia tidak menyerah, dan dengan sedikit dorongan dari kami, Rafli akhirnya dapat mengerjakan beberapa soal yang kami berikan.

Pelajaran atau pengalaman yang kami dapat saat melihat bocah yang tidak dapat berbicara namun memiliki semangat dan tekad sekuat baja membuat kami malu pada diri kami sendiri. Bukan hanya itu ruangan kelas yang mereka miliki sangatlah kecil dan sangat panas. Kami sangat kagum dengan mereka yang bisa beradaptasi dan bertahan dengan tempat seperti ini untuk belajar tanpa pikir panjang. Di sana kami mengadakan tanya jawab, makan bersama, dan saling bercerita satu sama lain. Selain itu, kami juga membuat perlombaan kecil untuk membuat meriah suasana. Kami juga bernyanyi bersama di sana. Setelah itu kami membagikan sedikit pemberian dari kami untuk mereka seperti tas, alat tulis, dan sembako. Dan akhirnya kami pun pulang dengan membawa suatu yang berbeda di kepala dan hati kami.

Bakti sosial tidak hanya kami lakukan di Yayasan Pondok Domba tetapi kami juga membagikan sembako dan alat tulis kepada manajemen gedung, security, cleaning service, dan office boy di sekolah kami tercinta yaitu SMPK 6 PENABUR. Pembagian barang-barang tersebut dilakukan pada hari Senin, 2 Mei 2016 setelah upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kami berharap semoga apa yang kami berikan dapat berguna. (Juan Albert Willy/AAA/MM).

Juan Albert Willy (Ketua OSIS SMPK 6 PENABUR) & Andreas Aris A., S.Pd.