Kunjungan Tim Jurnalistik SMPK 6 PENABUR ke Studio RCTI

Kunjunganku ke RCTI

Pagi hari tiba, matahari bersinar dengan cerahnya. Aku mengusap-usap mataku yang masih ngantuk ini. Namun, aku sangat bersemangat karena aku dan teman-teman tim jurnalistik akan berkunjung ke RCTI. Aku tidak sabar lagi menunggu. Waktu cepatlah berlalu, mohonku dalam hati. Aku langsung mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk kunjungan ke RCTI nanti. Aku meminta kedua orangtuaku untuk mengantarkan aku ke sekolah. Sesampainya di sekolah, aku dan teman-teman berkumpul di ruang tata usaha untuk menunggu teman-teman lainnya yang belum tiba di sekolah. Selama menunggu, kami bercanda dan ada juga yang makan mungkin belum sarapan sebelumnya.

Setelah semuanya sudah siap, kami turun ke lobi bawah dan naik ke mobil yang telah disediakan oleh sekolah. Aku naik ke mobil dengan girangnya. Perjalanan ke RCTI cukup jauh, aku pun merasa sangat bosan dan mulai tertidur. Aku tertidur dengan lelapnya sampai tidak terasa kami sudah sampai di RCTI. Di sana ada beberapa gedung, bentuk dan ukurannya pun beragam. Ada juga gedung yang sedang dibangun. Kami disambut oleh Kak Willie, dia adalah seorang produser. Kak Willie sangat baik, dia mau menemani kami semua berkeliling RCTI.

Kami bertemu dengan banyak jurnalis, reporter, ahli teknisi dan sebaginya. “Halo, namaku Livilia. Aku dari tim jurnalistik SMPK 6 PENABUR,” aku memperkenalkan diri ke beberapa jurnalis dan produser di sana. Kami melihat-lihat ruangan Seputar Indonesia. Ruangannya ternyata kecil, tapi kalau kita lihat di TV akan  kelihatan besar sekali. Aku mengambil beberapa foto dan foto aku sendiri yang berpura-pura menjadi seorang pembawa acara, serta tak lupa ber foto bersama dengan pembawa acara Seputar Indonesia . “Wah serunya bisa foto di Seputar Indonesia bersama pembawa acaranya pula. Ini memang pengalaman yang tidak boleh dilupakan,” kataku kepada temanku sehabis foto-foto tadi. Setelah dari ruang Seputar Indonesia, salah satu temanku juga mendapat kesempatan untuk mewawancari salah satu pembawa acara Seputar Indonesia. Wah sebuah pengalaman yang langka bukan? Dia pun menyelesaikan wawancaranya dengan sangat baik.

Kami melanjutkan kunjungan kami. Kami diajak ke ruang dubbing yang ada disana. Aku tidak mencoba dubbing disana, tapi dua orang temanku mencobanya. Hasil dubbing-nya pun cukup memuaskan. Produser yang sudah ahli dubbing di sana juga mengajarkan kami semua bagaimana cara melakukan dubbing yang benar. “Kalo kalian sedang melakukan dubbing, jangan berbicara terlalu cepat karena pendengar tidak akan mengerti apa yang kalian bicarakan. Kalian juga harus mengatur napas supaya suaranya terdengar dengan jelas,” katanya menjelaskan. “O, begitu,” kataku dan teman-teman yang lain serempak.

Waktu berjalan begitu cepat dan tidak lama lagi kami akan mengakhiri kunjungan kami ini. Terakhir, kami diajak untuk melihat acara live suatu program. Kegiatan yang sangat sibuk! Produser sibuk mengatur, mengubah bacaan, dan lain-lain. Aku sangat terpukau dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka sangatlah ahli di bidang mereka masing-masing. Saat akan pulang, aku menyempatkan diri untuk foto lagi. Ada banyak sekali penghargaan di sana. Kebetulan aku foto dengan memegang piala Panasonic Globe Awards. Kami juga foto bersama di depan tulisan RCTI dan MNC TV. Oh iya hampir saja lupa, kami juga mewawancarai seorang produser yang sudah sangat ahli di sana. Kami bertanya banyak hal padanya dan dia juga membagikan berbagai pengalamannya kepada kami tentang pembunuhan orang utan di Kalimantan. Kami pun pulang ke sekolah, sebelum pulang kami mengucapkan terimakasih kami sebesar-besarnya kepada Kak Willie yang sudah menemani kujungan kami selama di RCTI dan juga kepada produser yang sudah kami wawancarai. Aku senang sekali bisa berkunjung ke RCTI.

Livilia

Tim Jurnalistik SMPK 6 PENABUR.