Terorisme di Sarinah, Thamrin

Tindakan terorisme kembali mengejutkan Dunia terutama Indonesia. Kamis, 14 Januari 2016, sekelompok teroris menarik perhatian masyarakat Indonesia melalui aksi bom bunuh diri dan penembakan di gedung Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Hari itu, semua aktivitas berjalan seperti biasanya kemudian sekitar pukul 10.39 tiba-tiba terdengar suara ledakan di sekitar kedai kafe Starbucks. Para pengunjung yang berada di sekitar lokasi langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri dan keluar dari gedung.

Ledakan kedua kembali terdengar. Ledakan tersebut berasal dari pos polisi di perempatan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Wahid Hasyim. Ledakan tersebut membuat warga yang berada di sekitar lokasi terkejut dan langsung mengerumuni lokasi untuk melihat jasad korban ledakan.  Setelah lokasi di sekitar pos polisi ramai dipenuhi warga dan polisi, tiba-tiba dua pelaku teror melepaskan tembakan ke arah polisi. Terjadi baku tembak antara polisi dan teroris secara besar-besaran. Pada saat-saat terakhir, kedua teroris tersebut terpojok dan segera melakukan bom bunuh diri di trotoar depan Starbucks.

Aksi terror tersebut memakan tujuh korban jiwa. Banyak polisi dan warga sipil yang terluka akibat kejadian tersebut. Kejadian mengerikan belum juga berakhir, kelompok teroris juga menebarkan terror dengab memasang tujuh bom lainnya di tempat lain. Hal tersebut membuat warga semakin panik dan tidak berani keluar rumah. Semua mal dan jalanan pun menjadi sangat sepi. Sekolah-sekolah pun akhirnya mempercepat jam pulang bahkan meniadakan kegiatan belajar menagajar di hari berikutnya.

Ada sisi lain dari kejadian ini, kita dapat melihat keberanian dan ketidakpedulian masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak kenal takut mengerubuni tempat kejadian perkara padahal situasi saat itu mencekam. Bahkan ada juga tukang sate yang masih bisa berjualan. Banyak juga masyarakat yang mengerumuni jasad-jasad yang tergeletak di jalanan dan memposting jasad tersebut di media sosial. Ada juga yang masih sempat berselfie dengan tentara. Inilah Indonesiaku. (Charisse Nathania/MM)

Charisse Nathania

Tim Jurnalistik SMPK 6 PENABUR