PUMPING SMPK 6 PENABUR

Hari kamis 14 Januari 2016 yang lalu, terjadi bom teroris di Sarinah, Jakarta Pusat. Hari itu, hampir seluruh murid dipulangkan karena dijemput orangtuanya. Termasuk aku. Saat itu aku berpikir untuk tidak masuk saja pada hari jumat-nya. Tapi aku diingatkan kalau besok ada acara pumping di sekolah.

Akhirnya, aku masuk sekolah. Awalnya aku malas sekali masuk karena berpikir acaranya pasti membosankan.

Acaranya dimulai pukul 9 pagi. Kami masuk menggunakan baju bebas dan celana panjang. Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah kami, Ibu Rita Wanti. Ibu Rita menyinggung  tentang kejadian kemarin, dia bilang kita tidak seharusnya panik sampai dipulangkan karena bom itu terjadi jauh sekali dari sekolah dan tidak akan ada pengaruhnya sama kegiatan kami.

Setelah itu, Ibu Rita menjelaskan bahwa acara hari ini akan dibawakan oleh tim GKI Muara Karang. Pertama, kami diajak menyanyikan lagu dengan gerakan yang lucu. Kakak-kakak dari GKI-MK ternyata lucu-lucu. Aku sudah mulai menyukai acara ini. Kami semua bernyanyi dan tertawa.

Akhirnya setelah puas tertawa dan lelah bernyanyi, kami lanjut ke sesi berikutnya. Di sesi ini, kami harus membuat kelompok yang beranggotakan 10 orang. Lalu kami duduk berbaris untuk mendengar kata-kata salah satu kakak GKI-MK.

Kakak tersebut ternyata adalah guru BK di salah satu sekolah PENABUR, menjelaskan tentang bagaimana menjadi pemimpin dan teladan yang baik. Biasanya aku tidak menyukai sesi ini, tapi kali ini berbeda. Aku tidak merasa bosan sedikitpun, kata-kata kakak ini seperti meresap kedalam otak ku. Menurutku, kakak ini membawakan materi dengan bahasa yang asik dan fun. Dia juga menyisipkan sedikit candaan yang membuat kami terbahak dan tidak bosan. Cerita pengalaman pribadinya tentang salah satu muridnya juga masih membekas di pikiranku. Cerita itu sungguh menginspirasi. Dan untuk kali ini, aku bisa merasakan kalau motivation training ini cukup memotivasi.

Sesi berikutnya adalah games. Aku dan kelompokku duduk melingkar ditemani kakak Pembina kami. Kelompokku kebagian kakak cowok yang lumayan diam. Namun, dia tetap seru dan lucu sama seperti kakak-kakak yang lainnya. Games pertama adalah puzzle yang walaupun sederhana tapi tetap seru. Selanjutnya, menyusun banyak paku agar dapat bertumpu pada hanya satu paku. Walaupun aku sudah sering mendapat permainan itu, tapi baru kali ini aku benar-benar mengerti caranya dan bisa melakukannya sendiri. Moving on, games yang ketiga adalah cup games. Kami semua diajari bermain cup games oleh kakak Pembina. Banyak yang langsung bisa, tapi ada juga yang tidak bisa-bisa.

Pertama, kami disuruh kompak satu kelompok. Kedua, kami bergabung dengan kelompok sebelah. Lalu, kami bergabung lagi dengan kelompok lainnya sampai seterusnya. Sampai akhirnya, semua kelompok bergabung menjadi satu dan harus kompak bermain cup games. Awalnya sulit memang, tapi setelah dipandu dan berlatih kami semua bisa kompak. Aku juga kaget saat melihat kami semua dapat bermain dengan sangat kompak.

Games terakhir, semua kelompok disuruh berdiri melingkar dan bergandengan tangan. Kami akan bermain impuls. Salah satu dari kami di tepuk pundaknya, lalu dia harus langsung meremas tangan teman yang dia pegang dan teman itu melanjutkan ke teman sebelahnya, dan seterusnya sampai ke salah satu teman yang tadi ditepuk dan dia harus segera merespon dengan kata “Aw”. Pertama kami tidak terlalu serius bermainnya, dan hasil pertama kami sangat memalukan. Kami kalah telak dari rekor yang dibuat sekolah PENABUR lainnya. Setelah mendengar hal itu, kami mulai bermain dengan serius. Hasil kedua kami lumayan meningkat, namun masih jauh dengan rekor. Kami mencoba lagi dan lagi. Ketiga, keempat, kelima, dan keenam, kami meningkat jauh. Dan di percobaan yang kesekian kalinya, kami berhasil hampir mencapai rekor tercepat. Karena kami merasa dapat lebih baik, kami mencoba lagi. Dan ternyata kami mengalahkan rekor tercepat. Kami bangga sekali.

Di menit-menit terakhir sebelum pulang, kami berkumpul bersama kakak Pembina masing-masing kelompok untuk mengobrol. Kakak Pembina kelompokku member beberapa nasehat agar kita semua benar-benar serius untuk UN SMP yang akan datang. Dia juga membagi pengalamannya dengan kami. Setelah itu, kami berdoa bersama, absen, dan akhirnya pulang.

Harus kuakui, acara pumping kali ini cukup seru dan bermanfaat. Tidak hanya materi yang kami dapat, tapi juga kerjasama, pertemananan, dan pelajaran-pelajaran lain yang berguna. Semoga acara selanjutnya dapat seperti ini dan bahkan lebih baik lagi. (MM/Viola Audy)

Viola Audy

Siswi Kelas 9 SMPK 6 PENABUR