Darmawisata Bali 2015

Lima Hari Untuk Selamanya

Kami, siswa-siswi kelas 9 SMPK 6 PENABUR, mengikuti acara darmawisata di Bali pada tanggal 26 – 30 Mei 2015. Kami dan 12 guru pendamping berangkat dari Bandara Soekarno – Hatta pada tanggal 26 Mei 2015 malam.  Jumlah murid dalam angkatan kami terlalu banyak, sehingga pemberangkatan kami harus dipisah menjadi dua gelombang.  Gelombang pertama berangkat pada pukul 19.55 WIB sedangkan gelombang kedua berangkat pukul 21.15 WIB.

 

Saat sampai di Bali, kami langsung menuju Hotel Ibis Kuta untuk beristirahat karena hari sudah mulai larut dan terdapat perbedaan waktu (waktu di Bali 1 jam lebih cepat daripada waktu di Jakarta).

 

Keesokan harinya, kami diberikan waktu untuk sarapan dari pukul 6.00 — 10.00 WITA lalu dilanjutkan dengan persiapan untuk berpindah hotel.  Para guru membagikan baju barong dengan berbagai warna, setiap kelas mendapatkan warna yang berbeda.  Baju barong tersebut akan menjadi dresscode kami pada hari itu.  Kami berangkat dari hotel pukul 12.00 WITA untuk menuju GWK atau yang biasa dikenal dengan Garuda Wisnu Kencana.  Kami berkeliling menyusuri GWK sambil mengabadikan momen kami di sana dan makan siang hingga pukul 14.30 yang dilanjutkan dengan perjalanan menuju Pantai Pandawa.

 

Cuaca di Pantai Pandawa cukup terik namun tidak menyurutkan semangat kami untuk melihat keindahan pemandangan pantai tersebut.  Setelah menikmati keindahan pantai, kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan menuju restoran The Cuisine Café Jimbaran.  Beberapa dari kami bermain di pantai dan beberapa lagi duduk-duduk di bangku restoran sambil menunggu makanan datang.  Kami juga menikmati indahnya sunset Bali di sana.  Setelah menyantap makanan yang hampir seluruhnya seafood, kami kembali ke bus dan menuju Hotel Holiday Inn Express Kuta.

 

Pada hari ketiga, kami menghabiskan setengah hari di atas laut.  Hari ini kami berangkat cukup pagi, pada pukul 08.30 WITA kami sudah harus berangkat ke pelabuhan.  Dari sana, kami naik sebuah kapal cruise.  Kami dibagi menjadi dua kelompok, kelompok bis 1 dan bis 2 pergi ke Pulau Nusa Penida terlebih dahulu sedangkan bis 3 dan bis 4 melakukan aktivitas yang disediakan oleh Quick Silver Cruise.  Di Pulau Nusa Penida, ada beberapa dari kami yang bermain bola voli ada juga yang menyaksikan pertunjukan sabung ayam yang merupakan salah satu kekhasan Bali.  Sedangkan di atas cruise, disediakan beberapa aktivitas seperti snorkeling, diving, submarine dan banana boat.  Kami menerima banyak pengalaman baru di sana.

 

Kami bersenang-senang di atas kapal sampai sekitar pukul 16.00 WITA.  Setelah itu kami pergi berbelanja di Krisna.  Di Krisna, kami membeli berbagai oleh-oleh Bali seperti baju dan makanan untuk keluarga dan teman-teman kami yang tidak ikut ke Bali bersama-sama dengan kami.  Setelah dari Krisna, kami makan malam dan menuju ke hotel.

 

Hari ke 4 merupakan  hari yang paling padat di antara semua hari selama kami di Bali.  Seperti biasa, kami memulai hari dengan makan pagi.  Pada pukul 08.30 WITA kami berangkat menuju Joger.  Di Joger kami membeli berbagai macam baju, sandal, tas, dan barang-barang lain yang unik dengan tulisan – tulisan menarik.  Kami diberi waktu satu setengah jam untuk berbelanja di sana.  Setelah berbelanja, kami menuju Pura Ulundanu yang terletak di dekat Danau Beratan Bedugul.  Udara di Bedugul cukup sejuk, tidak seperti tempat-tempat yang lain yang kami kunjungi di Bali.  Di sini kami menikmati pemandangan yang sangat indah dan beberapa dari kami memilih untuk menikmatinya di atas perahu-perahu kecil.  Setelah melihat pemandangan, kami pergi makan siang dan menuju ke Laka Leke.

 

Sebelum sampai di Laka Leke, kami harus melewati Monkey Forest.  Monkey Forest merupakan hutan yang dihuni oleh banyak monyet. Setelah kami menulusuri Monkey Forest, akhirnya kami sampai di Laka Leke. Kedatangan kami disambut dengan welcome drink dan tarian khas Bali.  Laka Leke merupakan tempat yang cukup menarik dan suasananya damai dan tentram.  Di Laka Leke kami mengikuti workshop, diantaranya memahat, mewarnai telur dan melukis.  Namun kami hanya diperbolehkan memilih salah satu dari workshop tersebut.  Setelah itu kami di ajarkan tarian tradisional Bali yaitu Kecak.

 

Tarian kecak cukup sulit tetapi kami berusaha untuk mempelajarinya.  Beberapa siswi juga dipilih untuk diajarkan tarian Bali yang lain.  Kami juga menikmati makan malam di Laka Leke.  Walaupun cuaca sempat kurang baik, namun itu tidak menyurutkan kebahagiaan yang kami rasakan di sana.  Setelah makan malam, teman-teman kami yang lelaki mementaskan tarian kecak.  Pertunjukan tersebut berjalan dengan lancar.

 

Tibalah kami di puncak acara yang ditunggu semua orang, yaitu talent show dari masing-masing kelas yang kemudian dilanjutkan dengan acara perpisahan dan pidato dari mantan ketua OSIS SMPK 6 PENABUR, Esther Feliciana.  Malam itu, kami merasa perasaan kami bercampur aduk.  Di satu sisi, kami sangat bahagia karena bisa menikmati waktu kami bersama teman-teman dan para guru.  Namun, di sisi lain kami sadar bahwa kami akan segera berpisah dan melanjutkan pendidikan di sekolah masing-masing. Setelah itu kami menuju hotel untuk beristirahat.

 

Hari ke-5 merupakan hari terakhir kami di Bali.  Hari terakhir ini kami gunakan untuk pergi ke pantai Kuta.  Di sana kami bermain dan bersantai menikmati momen berharga kami.  Setelah itu kami bersiap – siap untuk pulang ke Jakarta.  Gelombang 1 berangkat ke Jakarta pada pukul 18.20 WITA dan Gelombang 2 pada pukul 20.00 WITA.  Pengalaman kami bersama-sama di Bali, tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dan tidak akan kami lupakan. (AAA/MM).

 

Fiona Suherman & Esther Feliciana

Siswi Kelas 9A SMPK 6 PENABUR