Pengalaman Ikut OSN – Denzel

Pengalaman OSN

 

Perkenalkan nama saya Thimothius Denzel Bernhard Thunggawan.  Biasanya saya dipanggil Denzel.  Ini adalah pengalaman saya selama mengikuti OSN IPS untuk tingkat SMP, dari tahap awal seleksi hingga akhirnya dapat meraih medali emas.

Pada saat kelas 7, saya acuh tak acuh terhadap berbagai pengumuman lomba dan tidak pernah mengetahui apa – apa tentang OSN.  Akan tetapi, ketika saya memasuki akhir semester I kelas 8, teman – teman saya banyak yang membicarakan mengenai OSN.  Rasa penasaran saya membuat saya untuk berani mendaftarkan diri dan mengikuti pelatihan di SMPK 2 PENABUR selama beberapa bulan.

Peraih Medali Emas OSN IPS Tingkat Nasional 2015

OSK (Olimpiade Sains Tingkat Kota Administrasi)

Sekolah saya, SMPK 6 PENABUR, mengirim tiga siswa kelas 8 untuk mengikuti OSN Tingkat SMP.  Ketiga siswa tersebut adalah saya sendiri (Denzel) mewakili OSN bidang IPS, Gallend Susanto mewakili OSN bidang Matematika, dan Kelvin Hans mewakili OSN bidang IPA.

Tahap awal olimpiade yang harus saya ikuti adalah tingkat Kota Administrasi.  Berhubung karena SMPK 6 PENABUR terletak di wilayah Jakarta Utara, maka saya harus mengikuti tahap penyisihan tingkat Jakarta Utara.  Penyisihan tersebut diadakan pada tanggal 7 Februari 2015 di SMPN 30 Jakarta Utara.

Saya mengerjakan soal dengan semampunya, tanpa berbekal pengalaman lomba sama sekali atau pengetahuan umum yang luas seperti umumnya peserta OSN lainnya.  Saya hampir kehilangan harapan dan berpikir bahwa saya tidak mungkin lolos.  Tanggal 14 Maret 2015 diumumkan 20 orang yang lolos ke tahap provinsi.   Awalnya saya mengira tidak akan lolos, tetapi Puji Tuhan saya lolos seleksi tingkat kota administrasi dan bisa mewakili Jakarta Utara walaupun hanya di peringkat ke-17.

 

OSP (Olimpiade Sains Tingkat Provinsi)

Seperti tahun – tahun sebelumnya, DKI Jakarta memiliki 2 tahap penyisihan sebelum mengikuti OSP yaitu diseleksi 100 peserta menjadi 36 peserta , kemudian 36 peserta menjadi 16 peserta, dan 16 peserta yang tersisa tersebutlah yang berhak mengikuti OSP.

Sebelum tahap penyisihan, kami harus menjalani Pelatihan Tahap I OSN IPS Tingkat provinsi yang diikuti 100 peserta.  Pelatihan Tahap I bertempat di SMPN 115.  Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 17–19 Maret 2015.  Tanggal 17–18 Maret merupakan hari pembinaan, sedangkan tanggal 19 Maret 2015 dilakukan tes seleksi.  Saya merasa tidak siap karena kebiasaan saya yang selalu SKS (Sistem Kebut Semalam) dan tidak pernah nyicil.

Tangga 25 maret 2015, guru pembimbing saya, Ibu Christina, memberitahukan bahwa saya lolos ke tahap berikutnya dan wajib mengikuti Pembinaan Tahap II OSN IPS Tingkat Provinsi.   Saya bersyukur bisa lolos tahap pembinaan berikutnya walaupun hanya mendapat peringkat ke-22 dari 36 orang.   Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya karena peringkat saya kali ini lebih baik dibandingkan saat seleksi tingkat kota administrasi.

Saya kembali mengikuti Pembinaan Tahap II OSN Tingkat Provinsi pada tanggal 30–31 Maret dan 1–2 April 2015.  Kali ini pelatihan OSN IPA, IPS, dan Matematika sudah digabung di SMPN 115.   Puji Tuhan, tahun ini  tiga perwakilan peserta OSN dari SMPK 6 PENABUR dapat lolos ke Tahap Pembinaan II OSN Tingkat Provinsi.

Tes seleksi tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 2 April 2015, kali ini saya sudah bisa mengikuti tes dengan lebih santai walaupun teknik belajar saya tetap SKS.

Pengumuman lolos ke tahap Pembinaan Tingkat III OSN Tingkat provinsi diumumkan tanggal 9 April dan Puji Tuhan, saya lolos lagi dan kali ini saya memperoleh peringkat ke-9 dari 16 orang, dan hal lainnya yang membuat saya tambah bahagia adalah Gallend dan Kelvin Hans juga lolos ke Tahap Pembinaan III OSN Tingkat Provinsi.

Pembinaan Tahap III OSN Tingkat Provinsi  dilaksanakan pada tanggal 13–16 April 2015 dan tes seleksi dilaksanakan tanggal 18 April 2015.  Saya mendapat berkat yang sangat luar biasa ketika mendapat pengumuman tanggal 28 April 2015.  Saya lolos seleksi ke tingkat nasional dengan peringkat pertama se-DKI Jakarta.  Saya turut bersukacita karena Gallend juga lolos seleksi tingkat nasional, namun sangat disayangkan, Kelvin tidak lolos seleksi tingkat nasional.  Mungkin Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuk dia.

Pelatihan Sebelum OSN

Pada tanggal 7-13 Mei 2015, seluruh peserta OSN perwakilan DKI Jakarta dikarantina di SMAN Unggulan Muhammad Husni Thamrin. Selama pelatihan, kami mempelajari berbagai buku ilmu pengetahuan.

SMAN Unggulan Muhammad Husni Thamrin

Aktivitas kami dimulai pada pukul 05.00 WIB kemudian kami berolahraga hingga pukul 06.00 WIB lalu mandi dan bersiap siap untuk sarapan.  Pada pukul 07.00 WIB, kami mulai belajar hinggal pukul 10.00 WIB dan beristirahat selama 20 menit. Belajar pun dilanjutkan dari pukul 10.20–12.00 WIB, lalu kami makan siang dan istirahat hingga jam 1. Belajar pun dilanjutkan lagi dari pukul 13.00–15.00 WIB lalu istirahat selama 20 menit hingga pukul 15.20 WIB dan pelajaran kembali dilanjutkan hingga pukul 16.50 WIB.  Kami makan malam lalu beristirahat hingga pukul 19.00 WIB.  Kami kembali belajar hingga pukul 22.00–23.00 WIB.  Setiap hari kami melakukan kegiatan yang sama hingga tanggal 12 Mei 2015. Kami pulang ke rumah masing-masing tanggal 13 Mei 2015 dan melanjutkan belajar di rumah hingga tanggal 16 Mei 2015 .

OSN (Olimpiade Sains Nasional)

Minggu, 17 Mei 2015, saya, Gallend, dan Ibu Christina berangkat ke Palu pukul 05.00 WIB dengan pesawat Lion.  Di kompetisi Tingkat nasional inilah saya pertama kalinya belajar mencicil materi karena bahan yang dipelajari sangat banyak.

Kami tiba di Palu pukul 07.30 WIB atau pukul 08.30 WITA.  Begitu tiba di Palu, kami langsung menuju Hotel Sutan Radja, tempat peserta OSN berkumpul. Disana ada 4 hotel yang digunakan yaitu Hotel Sutan Radja untuk peserta OSN IPS dan Matematika, Hotel Santika untuk peserta OSN IPS dan IPA, Hotel R&R untuk pendamping, dan Hotel Swiss-bell untuk fasilitator dan tim juri. Kegiatan pada tanggal 17 dan 18 Mei 2015 hanyalah istirahat dan belajar mandiri.

Pada tanggal 19 Mei 2015, peserta OSN IPS menjalani test pertama.  Tes tersebut terdiri dari  tes tertulis sebanyak 50 nomor pilihan ganda dan dilanjutkan dengan observasi lapangan.  Untuk tes tertulis dilaksanakan di SMP Al-Azhar, Palu.  Sedangkan,  untuk tes obeservasi, saya mendapatkan tugas di Kantor Dinas Pendidikan.  Di sana saya mengumpulkan data mengenai Angka Partisipasi Sekolah Penduduk  (APK) di Sulawesi Tengah.  Menurut saya, saya kurang maksimal saat mengerjakan tes tertulis hari pertama karena saya tegang dan kurang percaya diri.  Saya memprediksi salah 8–13 nomor.

Keesokan harinya (20 Mei 2015), peserta OSN IPS kembali lagi ke SMP Al-Azhar untuk menjalani tes hari kedua berupa esai dan peta konsep.  Tes peta konsep bertemakan Masyarakat Ekonomi Asia.  Saya sangat menyukai ekonomi sehingga pada bagian ini saya dapat menuliskan jawaban yang menarik serta mencantumkan teori – teori dari beberapa tokoh ekonomi internasional. Kemudian, tes berikutnya terdiri dari 13 nomor yang berhubungan dengan observasi yang kemarin saya lakukan.   Tes tersebut juga dapat saya kerjakan dengan baik.

Tanggal 21 Mei 2015, kegiatan kami adalah rekreasi ke sebuah pantai di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.  Pemandangan pantai disana sangatlah indah dan menunjukan kekayaan alam Bangsa Indonesia.

Pengumuman hasil lomba diumumkan pada tanggal 22 Mei 2015.  Saya memprediksi bahwa saya tidak mungkin menang.  Ketika nama peraih medali perunggu dan perak disebutkan, ternyata nama saya tidak ada.   Saya patah semangat.  Tetapi ketika nama peraih medali emas disebutkan, saya mendengar nama saya disebut, dengan rasa antara percaya dan tidak,  saya berjalan perlahan keatas panggung.  Di atas panggung saya dikalungi medali emas dan diberi ucapan selamat oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.  Saya merasa sangat bangga karena saya dapat mewakili SMPK 6 PENABUR ke OSN Tingkat Nasional dan dapat mempersembahkan medali emas bagi DKI Jakarta.

Acara Penganugerahan OSN 2015

Keesokan harinya (23 Mei 2015), kami bertiga kembali pulang ke Jakarta dan tiba dengan selamat.

Kesimpulan

OSN merupakan lomba yang mengasyikan dan dapat dilakukan oleh setiap orang.   Tips penting yang harus dipersiapkan adalah kepercayaan diri, jangan malu bertanya serta rajin membaca artikel – artikel yang berisi tentang pengetahuan umum, karena materi untuk OSN ini tidak hanya berasal dari buku saja, tetapi juga pengetahuan aktual dan terkini hal – hal yang sedang berlangsung.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada SMPK 6 PENABUR, Ibu Christina, Bapak – Ibu fasilitator, SMPN 115, SMPN Unggulan Muhammad Husni Thamrin, serta pihak – pihak lain yang telah membantu dan mendukung saya selama pelaksanaan OSN 2015. Tuhan Memberkati