Character Day I

 Ingat kembali PKBN2K dan belajar UU ITE di Character Day

 

Character Day? Ketika membaca frase tersebut pembaca mungkin bingung. Tidak perlu khawatir, karena penulis pun awalnya juga bingung. Oh iya, frase adalah kumpulan kata. Misal nasi adalah kata, maka makan nasi adalah frase. Dan Ibu makan nasi. adalah kalimat. Tentu saja, kalimat harus dimulai dengan huruf kapital dan tanda titik.

Okay, kembali ke Character Day ya. Sebelumnya, mari kita urai frase tersebut berdasarkan kata per kata dulu. Character di Oxford Advanced Learner’s Dictionary (New 8th Edition) didefinisikan sebagai quality and feature that make a person, groups of people, and place different from others. Sementara di Oxford Paperback Thesaurus (the third edition) disebutkan bahwa sinonim dari kata tersebut adalah personality.  Arti kata Day di Oxford Advanced Learner’s Dictionary (New 8th Edition) adalah a period of 24 hours. Padanan kata Character di Bahasa Indonesia adalah karakter, sifat atau kualitas seseorang. Sementara Day adalah hari.

Terus, sebenarnya Character Day yang diadakan oleh SMPK 6 PENABUR pada hari Senin, tanggal 26 Januari 2015 itu apa? Character Day yang dimaksud adalah rangkaian kegiatan yang diadakan oleh SMPK 6 PENABUR untuk membuat karakter para peserta didik lebih baik.

Oh iya, karakter yang ingin diterapkan dalam diri peserta didik itu bukan karakter yang asal-asalan lho.  Bukan karakter yang sekuler.  Sekolah PENABUR yang merupakan sekolah Kristen di bawah Gereja Kristen Indonesia (GKI) memiliki suatu guideline karakter sendiri yang disebut PKBN2K (Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kristiani).  Adapun nilai-nilai PPKBN2K adalah:

  1. Rendah Hati
  2. Kebaikan
  3. Kesetiaan
  4. Kejujuran
  5. Ketekunan
  6. Ketaatan
  7. Keberanian
  8. Kepedulian
  9. Pengorbanan
  10. Penguasaan Diri
  11. Sabar
  12. Murah Hati

 

Nilai-nilai tersebut sudah benar-benar dipikirkan matang-matang dan dengan baik oleh Bagian Kerohanian BPK PENABUR.  Memang bukan sesuatu yang mudah untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam diri peserta didik.  Tetapi ketika guru bisa menjadi role model untuk PKBNK2K dan ketika peserta didik selalu diingatkan akan nilai-nilai tersebut, maka peserta didik akan mempunyai karakter seperti yang diharapkan (PKBN2K).

Nah, kegiatan Character Day adalah salah satu kegiatan untuk mengingatkan peserta didik akan nilai-nilai PKBN2K.  Kegiatan-kegiatan dalam Character Day meliputi berbagai seminar yang diberikan oleh Bapak-Ibu Guru SMPK 6 Penabur.

Pembaca yang budiman, di Character Day ini juga ada special guest lho. Tamu spesial tersebut Bapak Polisi, Iptu Heru, dari Kepolisian Resort setempat.  Iptu Heru datang dengan seragam polisi lengkap.  Iptu Heru yang memang sangat ahli di bidangnya tersebut menjelaskan tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).  Para peserta didik terlihat sangat antusias mengikuti sesi tersebut—padahal menurut penulis, materi yang dibawakan lumayan rumit, karena menyangkut hukum dan undang-undang.  Para peserta didik kaget dan tidak menyangka bahwa mereka dapat dijerat dengan hukuman penjara bertahun-tahun dan denda yang sangat mahal karena iseng-iseng menulis/ menghina temannya di sosial media.

Bapak Heru menjelaskan bahwa berdasarkan pasal 27 ayat (3) dan Pasal 45 ayat (1) UU ITE (UU No 11 Tahun 2008), “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Berdasarkan UU ITE orang yang melakukan hal tersebut bisa diganjar dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah.

Seperti yang pembaca tebak, Bapak Iptu Heru didatangkan khusus untuk menjelaskan tentang UU ITE supaya peserta didik lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan internet dan sosial media. Ya seperti yang kita tahu, bagi para peserta didik, yang merupakan digital natives, sosial media dan intenet sudah seperti kebutuhan pokok.

Pada sesi-sesi yang dibawakan oleh guru, para peserta didik juga tidak kalah antusias, para guru tidak berhenti mengingatkan bahwa para peserta didik harus selalu menghargai dan menghormati Tuhan, orang lain dan diri sendiri.  Tindak menghargai itu bisa dilakukan dengan menaati peraturan dan belajar dengan rajin.

Acara ditutup dengan drama oleh peserta didik masing-masing kelas.  Topik dari drama adalah nilai-nilai PKBN2K.  Peserta didik terlihat sangat antusias dalam mengikuti drama tersebut.

Character Day memang cuma berlangsung selama beberapa jam. Tetapi penulis (dan pembaca juga) berharap jika kegiatan yang beberapa jam ini bisa membangkitkan kembali komitmen peserta didik untuk selalu bersikap baik seperti Karakter Kristus yang diejawantahkan dalam PKBN2K—bahkan jangan cuma selama mereka belajar di SMPK 6 PENABUR, tetapi seumur hidup mereka.

PKBN2K adalah identitas kita sebagai bagian dari sekolah PENABUR.  Sudah sepantasnya kita bersikap seperti nilai-nilai PKBN2K, karena kita adalah PENABUR (AAA/MM).

 

IMG_2962 IMG_2963 IMG_2994 IMG_3063 IMG_3065 IMG_3071 IMG_3073

 

Daftar Pustaka:

Sinulingga, J., Supriyadi, Djudhun D., & Tim PKBN2K BPK PENABUR. 2013. Pedoman Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kristiani (PKBN2K) SMP BPK PENABUR (Edisi Pertama). BPK PENABUR, Jakarta.

Hornby, A.S. 2010. Oxford Advanced Learner’s Dictionary (New 8th Edition). Oxford University Press, Oxford.

Waite, Maurice. 2006. Oxford Paperback Thesaurus. Oxford University Press, Oxford.

Aturan Tindak Pidana dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).