Belajar Menghargai Diri Sendiri di Sekolah Injil Liburan SMPK 6 PENABUR

“Apakah aku berharga?” Seringkali pertanyaan tersebut menghantui pikiran remaja. Hal tersebut wajar, karena masa remaja adalah masa labil. Di masa remaja, seseorang merasa sudah lebih mampu melakukan banyak hal—tetapi sebenarnya juga belum bisa dikatakan demikian.

Tak jarang, orang tua si remaja pun sering membuat pernyataan-pernyataan yang membuat remaja lebih bingung. Misal, suatu ketika berkata “kamu kan sudah gede, harusnya bisa bla bla bla” dan suatu ketika memberi pernyataan bermakna berlawanan, “kamu belum boleh bla bla bla, kan kamu masih kecil”

Remaja kebingungan. Belum lagi ditambah perubahan fisik, perubahan sifat, ketertarikan ke lawan jenis, tekanan dari lingkungan/ teman, ekspetasi dari orang tua, dan hal-hal lain yang membuat remaja semakin kebingungan lagi. Hal-hal tersebut seringkali menghantarkan remaja ke keadaan low self-esteem or low self-worth atau kurangnya percaya diri/ merasa tidak berharga.

Menyikapi hal itu, SMPK 6 PENABUR bekerjasama dengan GKI Muara Karang mengadakan Sekolah Injil Liburan (SIL) yang diadakan tgl 20 Sept 2014 dengan tema  Kamu Berharga.

Di dalam SIL, peserta didik kelas VII SMPK 6 PENABUR belajar bekerja sama melalui permainan-permainan dan lagu-lagu.  Raut wajah ceria dan curious seringkali dimunculkan oleh peserta didik selama mengikuti setiap sesi SIL.

Selama sesi-sesi SIL yang diadakan di aula SMPK 6 PENABUR, peserta didik juga dijelaskan betapa berharganya mereka dan beruntungnya mereka mempunyai Tuhan, orang tua, keluarga, guru-guru, dan orang lain yang selalu sangat mencintai dan menyayangi mereka.

Peserta didik diingatkan betapa berharganya mereka—baik di mata Tuhan dan orang lain. Harapannya, dengan menyadari hal tersebut, peserta didik akan bisa menjaga dirinya, belajar lebih rajin, lebih sering bersyukur, dan menjalani hidup dengan lebih baik. Pada akhirnya diharapkan peserta didik  bisa menjadi orang yang lebih baik, yang lebih dekat dengan  Tuhan.

Di akhir kegiatan, Pendeta Novi dari GKI Muara Karang tidak lupa memberi nasehat kepada para guru di SMPK 6 PENABUR untuk selalu memantau perkembangan peserta didik tersayang. Ya, karena bagaimanapun, perubahan sikap  bukanlah sesuatu yang instan, perlu proses dan usaha yang tidak mudah untuk mencapai hal tersebut. (AAA/P6)