Yayasan Onkologi Anak Indonesia

Apa yang terpikir ketika kita membaca judul di atas? bingung,langsung  menggelengkan kepala atau mungkin langsung cari gadget untuk mencari artinya di internet? Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI)  pastinya masih terdengar asing bagi telinga kita, namun kalau kita mau cari info tentang banyak hal bisa kalian lihat  di www.yoaifoundation.org, di situ kita  bisa tahu banyak hal tentang apa itu YOAI,  kapan berdirinya,latar belakang dan tujuan berdirinya, kegiatannya sampai  menjadi donator via online juga bisa. Sejak tahun 1999, YOAI telah bergabung menjadi anggota International Confederation of Childhood Cancer Parent Organization ( ICCCPO) yang didirikan di Spanyol tahun 1994, dan telah mempunyai anggota 158 organisasi dari 85 negara. Didunia jumlah penderita kanker pada anak umumnya adalah 140 penderita baru persatu juta pertahun untuk anak di bawah 18 tahun. Sedangkan di seluruh Indonesia dengan jumlah penduduk  lebih dari 220 juta jiwa di perkirakan terdapat kurang lebih 11.000 kasus baru pertahun , dan sebagian berasal dari keluarga yang tidak mampu.

       YOAI sebagai yayasan yang berusaha agar anak memperoleh fasilitas yang sama dalam perawatan dan penanggulangan penyakit kanker, dan hal itu kami ketahui dari informasi  dari pengelolanya yaitu Raden Citra Kusumarojo yang biasa di panggil mas Raden yaitu  bahwa bagi pasien dan keluarga  mereka hanya di kenakan “uang tanggung jawab” di banding di sebut  biaya  untuk menginap bagi pasien dari luar kota hanya Rp.5000, itupun kalau tidak mampu mereka bisa di bebas biayakan. Tidak hanya itu mereka juga di sediakan bahan pokok bagi orang tua yang ingin memasak sesuai dengan resep dan selera masing-masing.   Mereka juga memiliki program pengenalan diri  dan  penanggulangan dengan memberikan seminar, kursus ilmiah serta workshop dam konseling bagi keluarga  melalui program “Family Supporting Group” dan menjalin hubungan dengan lembaga dan yayasan sosial, rumah sakit dan organisasi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan kami untuk menghibur anak penderita kanker yang sedang berobat di YOAI hari jumat tanggal 25 April 2014, dimulai dari persiapan yaitu menyiapkan barang yang akan di sumbangkan, dan peralatan games dan goodie bag bagi anak-anak, dan setelah siap anak segera naik ke bus untuk berangkat jam 9  namun ada hal yang cukup memancing tawa ketika bapak  Yohanes Donny yang hari itu bertugas sebagai fotografer ternyata ketinggalan, untung belum terlalu jauh, ternyata ibu Michelle juga sempat ketinggalan. Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya kami sampai dan  kedatangan kami di sambut oleh mas Raden yang ramah dan sumringah, tidak hanya siswa OSIS yang terlibat namun juga ada beberapa siswa yang beruntung dapat kesempatan ini yaitu Fellyx Maitri, Vilbert Salim dan Leonard Novem, namun hanya Fellyx dan Vilbert yang larut dalam suasana dan ikut berbaur dengan anak YOAI, sementara Leonard lebih banyak diam dan di sudut ruangan.

       Kegiatan di mulai dengan Doa Pembukaan oleh ibu Nitaliana, kemudian di lanjutkan dengan sambutan dari wakil pengelola YOAI yaitu ibu Ninuk Lukman dan memberikan sedikit cerita mengenai YOAI, tidak lupa Kepala SMPK 6 Ibu Ciptiyani membuka sambutan dengan keringat yang menetes karena gerah dan kepanasan. Untuk MC di pilih Bapak Leonardo  yang mencairkan suasana dengan memandu games dan joget berpasangan. Banyak hal yang kita dapatkan, seperti anak-anak bisa berbagai dan bersosialisasi, bisa mengerti banyak tentang penderita kanker dan pendekatannya, bisa mendapat informasi bahwa semua orang punya potensi terkena kanker,  namun apakah sel itu berkembang atau tidak tergantung daya tahan tubuh. Anak-anak yang singgah di YOAI terdiri dari berbagai macam kanker seperti Leukimia( Kanker darah), Tumor Otak, Retina Blastoma ( Kanker bola mata), Limfoma ( kanker kelenjar getah bening), Neoroblastoma ( kanker syaraf), Tumor Wilms ( kanker ginjal), Rabdomiosarkoma ( Kanker Jaringan otot Lurik), Osteosarkoma ( Kanker Tulang) dan semangat dan senyum mereka semoga menjadi semangat kami yang datang untuk terus maju dan berprestasi dan tidak mudah patah semangat. Setelah bermain untuk membuat ketrampilan dari kertas yang cukup di senangi, moment makan siang bersama juga memberi kesan mendalam, bahwa bahagianya bisa berbagi.  Sebelum pulang kita memberikan sumbangan berupa kebutuhan mandi, alat tulis, dan gitar serta donasi uang untuk operasional, ibu Ninuk sebagai perwakilan YOAI yang menerima secara simbolik dari ibu ciptiyani. Rintik hujan sebagai tanda bahwa kami harus pamit dan kembali ke sekolah, terimakasih buat teman-teman di YOAI , Keep Fight & Smile. (Leonardo David…Guru BK SMPK 6  PENABUR)