Motivation Training

Sabtu pagi di buka dengan mentari yang berpijar hangat di tanggal 29 Maret 2014, banyak kegiatan yang akan di jalani meski awalnya siswa kelas 9 sebagian  merasa sangat berat untuk meluangkan waktu di hari sabtu bangun pagi untuk ke sekolah, apalagi harus memakai seragam meskipun cuma rok atau celana pendek warna biru kebanggaan PENABUR, dengan warna kaos yang meriah, dari warna cerah samapai warna gelap, dan  banyak yang  memakai flat shoes dan ada sebagian yang menggunakan sepatu gulali (berwarna-warni cerah) dan juga ada yang bersandal dengan berlogo buaya.  Meski dimulai jam 8, namun jam 7.30 lorong lantai 2 sudah di penuhi siswa yang masih sibuk dengan gadget mereka masing masing. Kegiatan harus di bagi 2 agar kelas lebih maksimal dan terpantau, yang bernomor ganjil menggunakan Mini hall di lantai 5, sedang yang bernomor genap bisa menikmati aula lantai 4 yang lebih luas dan nyaman di banding di mini hall baik dari segi luas tempat dan kenyamanan. Seperti biasa kegiatan di buka dalam doa, untuk di aula doa pembukaan oleh wali kelas 9 Ibu Natalia dan di Mini Hall di mulai  oleh Bp.Jemmy Oldy selaku wali kelas 9 A. Bu Cipty pun ikut memberikan semangat untuk semua kelas 9 supaya dapat mengikuti kegiatan ini dengan semangat.  Kegiatan di mini hall dan aula  buka dengan ice breaking oleh rekan-rekan muda yang aktif di bidang motivasi di Life Talk Asia dan masih menempuh pendidikan di universitas atau SMA.

Setelah kondisi lebih kondusif maka sesi di mulai oleh Bp.Martinus Wangge di Mini Hall dan Albert di Aula dengan suara lantang membuka sesi di mini hal dengan yel-yel, semangat- antusias…dan anak-anak membalas dengan semangat- antusias. Dalam materi yang di paparkan, pembicara membuak dengan brain storming “apa itu sukses? ”, bagaimana gambaran sukses menurut kita, apakah hanya, kaya, punya uang banyak atau bahagia, dan banyak orang muda yang sudah punya mimpi besar dan bisa mencapai dalam usia yang sangat muda, dari penulis yang sudah memiliki buku dan menjualnya sendiri, atau ada anak yang sudah menjadi CEO dalam usia 16 tahun dan berasal dari keluarga miskin yang mamanya mesti bekerja seharian untuk mencukupi kebutuhan. Sering kali sukses itu datang melalui orang lain dan kita harus tanggap dan berusaha untuk menggenapi kesuksesan itu. Kadang kala gagal itu bukan jatuh, namun ketika jatuh enggan atau mals untuk bangkit dan kembali melangkah. Seringkali kita belum punya gambran yang jelas tentang sukses itu sendiri bahkan untuk membayangkan kesuksesan itu sendiri bukanlah sesuatu yang gampang untuk di gambarkan baik lewat kata maupun lewat gambaran yang lebih visual.

Untuk semakin mendekatkan diri kepada sukses kita juga harus menyadari kekurangan dan kelebihan kita, mengapa ? karena dengan menyadarinya kita bisa melihat dimana kita bisa maksimalkan kelebihan kita dan menyadari kelemahan kita sehingga berjalan dengan seimbang. Banyak halangan yang harus kita buang jauh-jauh karena sering kali masalah terbesar datangnya dari kita sendiri, seperti kemalasan, rasa takut, tidak percaya diri, merasa pernah gagal, dan melihat orang lain tidak mampu melakukannya.

Banyak kita merasa lemah, ketika melihat orang lain tidak mampu, padahal bukan berarti ketika orang lain tidak bisa melakukannya begitu juga dengan kita. Ketika tubuh tak mampu lagi melawan, hati yang kuat dan kebarian yang tak kunjung padam menjadi “bahan bakar” kedua yang sering kali lebih dasyat efeknya. Banyak siswa yang masih terfokus pada UN, dan meletakkan UN  sebagai target utama dan mengabaikan bahwa UN hanya secuil target dan tujuan besar yang meyakinkan hati dan pikiran kita bahwa kehidupan yang luas terbentang masih terlalu luas untuk di jalani. Dengan kita memberikan target dan prioritas kita bisa melihat mana yang penting dan di haulukan dan mana yang bisa di tunda untuk sementara, kemudian siswa di minta untuk lebih jeli melihat dan menilai tentang kelemahan dan kelebihan, karena seringkali orang lain melihat apa yang tak mampu kita lihat atau nilai, dengan kita menilai juga menyadari apa hal yang bisa kita lihat sebagai sebuah kekuatan baru yang belum kita gali, atau mungkin malahan kita abaikan.

Dengan bekerja untuk menemukan kesuksesan dan melihat dari kesuksesan juga sebagai pembelajaran seperti siswa dalam kelompok  mengambil materi dari majalah bekas dan membuat presentasi dari mading (majalah dinding) yang mereka buat, dan masing – masing harus mempresentasikan mengenai madding yang mereka buat dengan gaya bahasa dan kreatifitas mereka. Selesai itu anak kembali di segarkan dengan games untuk berani mengambil resiko untuk mencoba meluapkan kelemahan dan kegagalan masa lalu dan menghancurkannya sehingga menjadi pribadi tangguh yang lebih punya sikap dan cara pandang yang lebih jelas. Dengan berbagai ekspresi mereka diminta meniup balon yang di berikan hingga meletus dan hal itu menandakan kita memiliki harapan untuk bertumbuh kembali dengan awal baru yang semakin baik, ada beberapa siswa yang kesulitan untuk meniup, baik karena ternyata balonnya ada sedikit lubang, ada yang takut-takut, tidak sedikit juga yang ragu-ragu namun ada juga yang yang phobia dengan suara ledakan balon yang cukup riuh, apalagi di mini hall yang ruangannya relatif sempit. Dengan kegiatan morning di Mini Hall di tutup oleh Bp. Jemmy Oldy  selaku wali kelas 9 A dan di Aula oleh Bu. Theresia sebagai guru BK. Dengan doa menutup pertemuan hari ini yang berakhir pukul 13.00, semoga hari ini sungguh menjadi kesan bagi mereka…Sukses- semangat dan antusias…