KKO (Kelompok Kepedulian Orang tua)

Masih banyak orang tua yang bingung anaknya mulai berulah, mulai berbohong dan bahkan melawan orang tua, namun orang tua cenderung menutup diri dan enggan untuk memperkaya, padahal kita tahu tidak ada sekolah atau pendidikan bagi orang tua, namun ketika Sekolah memberi perhatian dan kesempatan untuk saling berbagi dengan orang tua dan Guru BK untuk saling mendukung dan berbagi tips dan trik dalam mendidik anak. Namun kadang orang tua sering mengabaikan dan merasa sulit untuk meluangkan waktu dan merasa “ah nanti juga ngerti sendiri” dan alasan bahwa bekerja dan berdagang lebih “menghasilkan” di banding mesti datang di hari sabtu untuk mendengar dan berbagi bersama, alasan malu dan terang-terangan mengatakan malas juga ada yang terlontar dari orang tua yang mengembalikan lembar konfirmasi. Namun jauh di antara itu tidakkah kita menyadari ketika kita tidak berusaha untuk memperkaya diri dan mengerti serta berjuang untuk anak, bagaimana anak merasa berharga da di cintai untuk mengerti bagaimana, seperti pepatah mengatakan “love isn’t only what you feel but also what you do.

Kelompok Kepedulian Orang tua sudah berjalan di pertemuan yang kelima  dari pertemuan pertama yang di bawakan oleh Bapak Darmawan dari Penabur Kota Modern dengan tema Memenangkan Hati Anak Anda, pertemuan ke dua oleh ibu Murni Barus dari Penabur Kelapa Gading, pertemuan ke Talking about love with teens oleh ibu Yuni dari SMPK 1, sedangkan untuk pertemuan ke empat dan kelima oleh Bapak Nathanael dari Penabur Harapan Indah dan Ibu Murni Barus kembali membawakan di pertemuan kelima dengan “Seni Mendisiplinkan anak” pada tanggal 15 Maret 2014. Suatu yang yang sangat di sayangkan untuk tahun ini orang tua yang datang dan aktif untuk hadir dan menyediakan diri semakin pertemuan semakin sedikit meski ada 4 orang tua yang setia hadir dan meluangkan waktu bahkan ada sepasang orang tua yang selalu hadir berdua.

Banyak usaha yang kami lakukan  agar semakin banyak orang tua yang mau berbagi dan belajar untuk mengerti dinamika remaja sehingga anak menjadi tempat dimana anak merasa nyaman dan berkembang dalam pendidikan dan pengawasan serta cinta dari orang tua. Mari kita sama-sama membuka hati, menyediakan waktu untuk mengerti dunia remaja dengan segala permasalahannya dan belajar untuk menjadi orang tua yang nyaman bagi anak. (BK)