Sex Education

Asyiiiiik…yesss..cihuuuy begitu sorak spontan sebagian siswa yang tersenyum lebar ketika mereka di beritahu bahwa mereka di kumpulkan di ruang rapat yang tepatnya berada di sudut lantai 2 di hadapan ruang komputer. Kegiatan ini  diadakan hari Selasa 11 Februari 2014  menjelang hari Valentine yang tinggal menghitung hari sebagai salah satu agenda Tim BK dalam memberi informasi dan memberi pemahaman seksual dari berbagai sudut pandang, baik agama,kesehatan dan psikologis. Sebagian dari mereka terlihat senyum sumringah saat slide pertama di tampilkan dengan background gadis dengan tulisan SEX not PORN. Sering kali anak belum menyadari bahwa pendidikan seks itu tidak melulu soal film bokep, masturbasi, baju seksi dan perempuan cantik, namun jauh di atas itu ada sebuah karunia dan anugrah yang TUHAN berikan dari lahir yaitu alat kelamin.

Dari asal katanya sex berasal dari kata SEXUS yang artinya memisahkan, yaitu dari asalnya TUHAN hanya menciptakan laki-laki dan dari tulang rusuk pria di ciptakannya perempuan. Seringkali konsep penciptaan dan berketurunan di pandang sebagai bagian yang kurang penting dan dengan berbagai hal dengan mudah tercipta konsep bahwa seks itu bokep dan sebatas itu. Untuk itu tugas memberi pengetahuan dan pemahaman tentang mengapa TUHAN menciptakan laki-laki- dan perempuan, kemudian  menjelaskan bahwa di dalam alkitab tertulis di kitab kejadian dengan berbagai penjelasan mengapa TUHAN menciptakan laki-laki dan perempuan serta kemegahan misteri dalam proses bertemuanya sel sperma dan sel telur yang akan bersatu kemudian menjadi zigot yang berkembang menjadi janin. Berbagai kebesaran TUHAN turut di hadirkan dalam penjelasan agar anak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan dengan Tubuh mereka adalah berhubungan dengan apa yang telah TUHAN ciptakan. Sesi Tanya jawab semakin aktif karena banyak anak yang bertanya tentang pertanyaan yang cukup mengejutkan seperti, “pak klo ngocok bisa bikin mandul gak?, atau pertanyaan lain yang mengatakan bahwa “kalo kita minum sperma sendiri bisa hamil gak??” pertanyaan yang sangat menarik dan membuat semakin semangat bahwa mereka butuh banyak informasi agar mereka tidak tersesatkan oleh mitos dan menyadari bahwa mereka juga perlu menjaga kebersihan dan merawat serta menghindarkan diri dari aktifitas seksual yang tidak sehat. Semoga kegiatan ini semakin menyadarkan anak untuk kembali menjaga kemurnian diri sebelum mereka di persatukan oleh ikatan sebuah perkawinan. (BK)