Immersion of SMPK 6 PENABUR in Singapore

Hari pertama, tanggal 11 Februari 2011, kami anak-anak SMPK 6 Penabur berkumpul bersama dengan guru pendamping kami ( Ibu Pirna dan Ibu Cipti )di depan Bandara Internasional Soekarno Hatta di Gate 2E pada pukul 05.00 WIB. Kami mengurusi boarding pass, imigrasi, dan luggage kami. Kami semua naik pesawat Garuda Indonesia dengan tujuan ke SIngapura. Pesawat kami bernomor seri GA 822. Kami tiba di Negara tujuan pada pukul 10.00 dan naik bus untuk pergi ke universal studio yang tempatnya berada di Pulau Sentosa. Sebelum kami naik bus, kami berfoto bersama terlebih dahulu di Bandara Changi.

Di bus, kami diberikan pengarahan oleh tour guide kami yakni Mr. Zaenal. Kami diberitahu bahwa setiap makan siang akan diberi 5 singapore dollar bila pihak tour tidak member kami makan siang. Sesampainya di Universal Studio, kira-kira pada pukul 11 dan kami diberi batas waktu untuk berkumpul kembali pada pukul 16.30 waktu singapura. Kami disarankan oleh Mr. Zaenal untuk bermain di Universal Studio secara berkelompok. Setelah berkumpul bersama pada pukul 16.30 kami berfoto bersama di depan Universal Studio. Setelah berfoto, kami semua makan malam di Sentosa pula di suatu restoran Namun, teman kami Albert, ketika di Univesal Studio, ia sakit perut, sehingga ia tidak nafsu makan dan ia harus meminum obat. Jadi, makanan di meja saya sangat berlebihan. Seusai dari Pulau Sentosa kami melanjutkan perjalanan ke hotel kami yakni City Beach Resort. Setelah sampai di city bech resort kami langsung masuk ke aula untuk diberikan pengarahan. Di hotel, saya tidur bersama dengan Jonathan dan Sean. Kamarnya sangat bersih sehingga kami sangat nyaman untuk tidur dan beristirahat. Karena esok paginya kami harus pergi ke sekolah, kami tidur lebih pagi. Saya beserta teman sekamar saya naik bus C ke sekolah San Francis Methodist School. Teman-teman di sekolah San Francis Methodist kurang bersahabat karena mereka tidak mau bergaul dengan teman-teman dari Indonesia. Setiap paginya, di Sekolah San Francis Methodist selalu diadakan flag ceremony karena memang itu peraturan sekolah mereka. Namun, di hari kedua ini kami makan siang di sekolah dan tidak diberikan 5 Singapore Dollar.

Kami tidak sekolah seharian karena kami ada jadwal perjalanan lain. Kami langsung ganti baju di sekolah karena tidak mungkin ganti baju di bus. Di hari kedua ini kami pergi ke Singapore Discovery Centre. Di sana kami mempelajari tentang kebudayaan Singapore. Setelah itu, kami pergi ke Bugis Junction. Di Bugis Junction terjadi kesalahpahaman dimana tour guide bus A memberitahukan bahwa tidak ada makan malam dan diberi 5 Singapore Dollar, namun di bus kami tidak diberitahu. Beruntung saja saya bertemu dengan teman di bus A dan menanyakan ada makan malam atau tidak. Saya langsung membeli makanan. Setelah itu, saya bertanya ke guru pendamping saya, Bu Pirna dan Bu Cipti bahwa “Ada makanan malam atau tidak ?” Bu Pirna dan Bu Cipti tidak mengetahui akan hal ini sehingga menyuruh saya untuk bertanya ke tour guide bus C dan dia menjawab dengan kasar. Ia berkata “ Saya sudah memberitahu di Bugis Junction kalian boleh ngapain saja! Termasuk makan.” Namun ia tidak mengatakan akan memberikan 5 Singapore Dollar.

Beruntung saya menanyakan ada makan malam atau tidak, kalau tidak uang 5 Singapore Dollar ludes diambil oleh dirinya. Dan ia memberikan kami waktu tambahan selama 30 menit untuk membeli makanan, sehingga kami diberi tenggat waktu sampai pukul 19.00. namun, sebelum pukul 19.00, bus kami tiba dan meninggalkan guru pendamping kami. Setelah itu, kami kembali ke hotel dan kembali diberikan pengarahan. Di hari ketiga ini kami kembali ke sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Grup yang berada di bus A pergi ke sekolah Saint Joseph Institute atau disebut SJI  untuk murid laki-laki dan sekolah Convent of the Holy Infant Jesus atau disebut CHIJ untuk murid perempuan,  sedangkan Grup yang berada di bus B dan C pergi ke Sekolah San Francis Methodist. Pada saat dalam perjalanan, kami diberi 5 Singapore Dollar untuk membeli makanan yang berada di kantin sekolah masing-masing.

Seperti hari sebelumnya, pada saat pagi hari murid-murid dari sekolah tersebut harus mengikuti flag ceremony.  Setelah itu kamipun mengikuti pelajar seperti hari sebelumnya hingga pukul 13.00 / jam 1 siang. Setelah menyelesaikan pelajaran kami, kami berganti baju di sekolah lalu kamipun naik ke bus dan pergi ke Singapore Science Center.  Di sana kami mempelajari perkembangan IPA di Singapore dari pertama kali ditemukan sampai sekarang. Setelah di Singapore Science Center, kamipun pergi ke tempat bernama Orchard, dimana tempat itu adalah salah satu tempat perbelanjaan yang cukup terkenal di Singapore dan juga tidak kalah ramainya tempat itu seperti di kota Jakarta. Beberapa dari kami ada yang pergi membeli barang di mall Takashimaya, lalu di mall Metro dan juga di mall Central Plaza. Namun beberapa dari kami meminta izin kepada tour guide kami untuk naik kereta bawah tanah Singapore, yaitu Mass Rapid Transit atau disingkat MRT karena guru kami, Ibu Pirna ingin coba menaikinya. Tour Guide kami mengijinkan kami untuk naik MRT dengan lokasi paling jauh Town Hall.

Kami pun ke stasiun MRT terdekat, yaitu stasiun Orchard.  Pertama kami membeli karcis untuk menaiki MRT terkecuali bagi yang telah memiliki karcis untuk naik seumur hidup. Perbedaan dari kedua karcisnya adalah, Kartu yang dibeli untuk sekali pakai bisa diRefund atau dapat ditukar menjadi uang, yaitu menjadi uang 1 Singapore Dollar, sedangkan karcis seumur hidup dapat dipakai berulang-ulang dan mempunyai saldo sendiri dan apabila direfund-pun juga bisa. Setelah itu kamipun mencoba menaiki MRT meski harus menungu MRt-nya datang. MRT merupakan salah satu kereta tercepat di Asia, ataupun dunia. Setelah sampai di Town Hall, kamipun berkeliling sejenak lalu kembali lagi ke Orchard Road dengan menaiki MRT.  Lalu kamipun tidak ketinggalan untuk membeli barang yang kami inginkan, seperti oleh-oleh, mainan, makanan, dan juga lain-lain. Setelah membeli semua barang yang kami inginkan, kami kambali ke bus kami masing-masing lalu kembali ke Hotel kami, yaitu Resort Beach Hotel dan seperti biasa, sebelum tidur kami berkumpul di Aula untuk renungan dan beberapa pengumuman dan juga apa yang akan dilakukan untuk keesokan harinya. Di hari keempat, ada sedikit perbedaan dari hari-hari sebelumnya. Murid-murid yang berada di bus A pergi ke sekolah mereka seperti biasa, sedangkan murid-murid yang berada di bus B dan juga C, mereka tidak pergi ke sekolah, akan tetapi mereka melakukan sebuah peroject, yaitu membuat Roket! Murid-murid bus A pergi ke sekolah mereka masing-masing, dan belajar seperti biasa. Karena itu adalah hari terakhir untuk bersekolah, mereka melakukan foto perpisahan dengan guru-guru dan juga dengan kepala sekolah masing-masing. Setelah melakukan foto perpisahan, kami da juga murid lain berganti baju karena akan pergi ke Sentosa Island. Bila hari pertama kami pergi ke Sentosa Island untuk bermain di Universal Studio, kali ini kami pergi ke tempat bermain dan juga wisatanya. Murid-murid bus A datang lebih cepat daripada murid-murid dari bus lainnya. Oleh karena itu Murid-murid di Bus A memulai permainan lebih dahulu, yaitu sebuah kendaraan kecil seperti skooter tetapi tidak berdiri, melainkan duduk dan santai. Nama permainan tersebuat adalah Luge. Perjalanan permaianan Luge ini tidak terlalu lama, mungkin sekitar 2-4 menit, akan tetapi bila kita jalannya pelan-pelan mungkin bisa 5 menit. Setelah itu kami dan juga yang lain masih ingin bermain, sehingga Tour Guide kami membawa kami sebuat tempat yaitu 3D Simulator di Sentosa Island. Film yang ai nonton disana adalah The Pirates¸simulator yang lumayan menggunakan air dalam simulator ini.

Setelah mencoba 3D Simulator, kami menunggu murid-murid dari bus lain untuk mencoba Luge. Setelah menunggu, kai mendapat waktu free time oleh tour guide kami, dan kami semua termasuk murid-murid lain memanfaatkan waktu ini untuk berfto-foto di Sentosa Island. Lalu setelah mendapat waktu free time kami, kami dikumpulkan bersama untuk pergi makan! Makanannya sedikit berbeda dari waktu sebelumnya dan tampaknya lebih sedap dan juga enak. Setelah makan bersama, kami dikumpulkan kembali untuk menonton Song of the Sea, yaitu semacam pertunjukan air mancur yang lumayan bagus. Setelah menonton Song Of the Sea, kami melakukan foto bersama kembali di depan pintu masuk Song of the Sea. Lalu kami pun kembali ke bus masing-masing untuk kembali ke Hotel kami. Seperti hari-hari sebelumnya kami melakukan renungan untuk tidur, dan juga pembahasan untuk kegiatan pada hari ke 5. Hanya saja, ada sedikit tambahan yaitu presentasi tentang Singapore menurut pikiran Kami dan setelah itu kami dapat kembali ke kamar kami masing-masing. Di Hari ke-5, yang merupakan hari terakhir kami, kami semua bangun terlambat, yang mestinya bangun jam 7, kami semua bangun jam 8. Setelah bangun dan mempersiapkan diri kami, kami sarapan di Hotel seperti hari-hari biasa. Setelah sarapan, kami berkumpul di depan pintu hotel untuk berfoto bersama kembali untuk terakhir kalinya di hotel tersebut. Yang tidak disangka adalah, ada banyak barang dari murid-murid lain yangditinggal di dalam kamar mereka sebelum check-out dari hotel. Setelah semuanya beres, kami pergi ke bus masing-masing tidak menurut grup untuk pergi sekolah, melainkan dari sekolah mereka masing-masing. Pertama kami pergi ke perushaan Rumah dan apartemen di Singapore yang bernama Housing and Development Board  atau juga disingkat HDB. Disinilah tempat dimana orang yang ingin menyewa ataupun membeli apartemen dan juga rumah membayarnya. Setelah dari HDB, kami pergi ke perusahaan air di Singapore yang bernama NEWater.

Perusahaan ini adalah perusahaan pembuatan air minum dengan cara mengolah kembali air-air yang tidak terpakai dan juga mengolah kembali air dari air hujan dengan cara menyaringnya. Mereka menyaring partikel air untuk disaring menjadi air minum mereka. Karena air yang mereka olah itu murni dengan partikel Air, sehingga manusia tidak terlalu bisa menyerapnya. Oleh karena itu manusia hanya dapat minum air dari NEWater sebanyak ukuran botol aqua kecil. Kami diberikan kesempatan untuk mencoba air olahan NEWater di akhir perjalanan di perusahaan tersebut, bahkan kami diperbolehkan untuk mer-refill botol kami dengan air tersebut. Setelah itu, kami pergi sebuah mall untuk pergi makan siang. Tempat makan ini secara umum seperti Buffet karena tempat makan ini free for all atau dapat kita jelaskan, makanannya kita ambil sendiri dan masak sendiri, seperti tempat makan Hanamasa. Setelah memuaskan perut kami dengan makanan di tempat makan tersebut, kamipun akhirnya bersiap-siap untuk pergi ke bandara Changi Airports. Sesampai di sana kami mempersiapkan semua yang harus dibawa dan yang tidak boleh kami bawa. Kami menunggu cukup lama sehingga kamipun berkeliling Changi Airport Terminal 1-3, kami tidak hanya berkeliling saja, tetapi juga membeli barang-barang untuk dibawa pulang. Ada juga yang membeli makanan sebagai oleh-oleh, seperti Cokelat, atau juga daging babi. Setelah menunggu lama, kamipun bersiap-siap untuk masuk ke ruang tunggu kami dan masuk ke pesawat kami untuk pergi kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, yaitu di Indonesia. Setelah kembali di bandara Soekarno-Hatta, kami pertama masuk ke bagian Imigrasi, lalu mengambil barang-barang yang kami bawa untuk kembali ke rumah masing-masing. Best Regards Panitia Immersion SMPK 6 PENABUR